Selasa, 14 September 2010

Lama gak aktif ... sharing hasil Extention Tube

Ternyata sudah lama Blog ini saya biarkan menganggur. Banyak kesibukan, kegiatan, urusan-urusan, juga musibah yang terjadi 4 bulan lalu. Tapi ok, show must go on :)

Kali ini saya hanya men-sharing sedikit hasil foto Macro dengan menggunakan Extention Tube. Saya gunakan Ext. Tube murahan seharga 90 ribuan, dengan lensa favourite Nikkor fix 50mm F/1.8, dibantu lighting dari TTL Cable dan SB900 yang dibounce ke langit2.

Sebagai informasi, lensa yang saya gunakan bisa diatur aperturenya secara manual dengan Ring luar. Fitur lensa ini sangat membantu karena pada saat menggunakan ext. tube (yang tidak memiliki kontak), sistem elektronik yang ada pada lensa tidak berguna, termasuk aperture, bahkan autofocus.

Rabu, 24 Februari 2010

Angguk dan Geleng : Bouncing - Penggunaan Flash External

Dalam fotografi, faktor utama yang dibutuhkan dalam membentuk gambar adalah cahaya. Pada kondisi tertentu, cahaya yang tersedia di dalam ruangan / framing bisa saja kurang dari yang diperlukan oleh kamera, sehingga kita membutuhkan sumber cahaya tambahan. Salah satu sumber cahaya tambahan yang paling mudah dibawa dan digunakan adalah Flash.

Hampir semua kamera memiliki Flash built in yang menempel langsung dan dikontrol oleh kamera. Selain Power (GN Number), dan fitur yang ditawarkan pun beragam, mulai dari TTL, Red-eye reduction, dsb. Akan tetapi, sebagus apapun flash built in, anda akan sering mendapati bahwa gambar yang dihasilkan terlalu terang di foreground. Warna yang didapatkan juga jadi terlalu mencolok, dan terlihat mengkilat/bercahaya melebihi yang seharusnya. Apabila yang kita potret adalah seseorang dengan wajah berminyak, maka hasil yang didapat akan sangat tidak menyenangkan.

Jumat, 19 Februari 2010

Hati-hati: Kondensasi pada Lensa dan Kamera

Saat tulisan ini dibuat, ada seorang mahluk manis yang duduk beberapa meter di depan saya, dan pandangan saya terhalang oleh ... kacamata yang berembun :D. Well, kalau cuma kacamata yang berembun sih mudah untuk dibersihkan, tapi kalau lensa kamera yang berembun, pasti akan menjengelkan. Selain susah dibersihkan, hal ini sebenarnya yang sangat mengkhawatirkan. Kenapa ? karena, selain menghalangi sinar, embun yang merupakan uap air yang berubah fase menjadi cair, beresiko mengakibatkan konslet pada elektronik kamera/lensa anda, dan berpotensi menimbulkan tumbuhnya karat dan jamur.

Kamis, 18 Februari 2010

Selanjutnya tentang Depth of Field, Tabel DoF

Pada posting sebelumnya sudah dibahas mengenai Depth of Field (DoF) dan pengaplikasiannya. Mungkin ada beberapa rekan yang akan mendapati posting kali ini sangat teknis dan agak useless. Memang agak terlalu teknis, tapi saya yakin topik ini sangat berguna untuk memahami kinerja kamera+lensa yang kita gunakan dan bisa menjadi salah satu acuan untuk tahap persiapan dari sebuah sesi foto.

Rabu, 17 Februari 2010

Depth of Field dan Penggunaannya

Kalau anda lihat foto iklan produk, foto seorang model, atau foto-foto yang menampilkan subjek secara close up, terkadang akan anda dapati foreground yang tajam dan background yang kabur / blur. Beberapa rekan menanyakan bagaimana caranya dan apa alat yang dipakai untuk menghasilkan gambar seperti itu. Mungkin banyak senior yang sudah sangat faham bagaimana cara menggunakan DoF, tapi mari kita berbagi :)

Depth of Field
Depth of field (DoF), atau kedalaman ruang, artinya adalah bagian dari gambar yang masih tetap tajam (atau focus) dari sebuah gambar. Semakin tipis DoF, berarti semakin banyak bagian yang blur / bokeh. DoF dapat dibentuk dengan 4 variabel berikut ini :

Minggu, 31 Januari 2010

Mengoptimalkan Foto dengan Picture Control

Pernahkah anda memotret orang tetapi muka / warna kulitnya jadi merah ? Atau pernah juga memotret buah-buahan yang berwarna khas, semisal rambutan atau apel, tetapi hasilnya jadi pucat. Hasil akhir gambar pun tetap tidak memuaskan walaupun sudah diedit di photo editor semacam photoshop atau photoscape.

Kalau diurut-urut, bisa jadi kesalahan yang terjadi sepele, yaitu pengaturan Picture Control. 'Mahluk' apakah yang disebut Picture Control ini dan bagaimana aplikasinya ?

Senin, 25 Januari 2010

Modal dasar menjadi "Ahli Metadata dan Telematika"


Beberapa waktu lalu pada saat ramai tentang foto "cihuy" selebritis, sering kita dengar kata "metadata" yang di-populerkan oleh seorang yang disebut sebagai ahli telematika (inisial R.S.). Tanpa bermaksud menyindir atau melecehkan beliau, post kali ini akan membahas tips sederhana mengenai metadata.

Sedikit flashback, kalau di sekolah dulu anda pasti dilarang mencontek pekerjaan teman. Lain halnya dalam per-foto-an, tidak ada larangan untuk mengintip informasi dari foto orang lain untuk kemudian kita coba terapkan pada foto kita. Informasi teknis bisa kita coba "contek" dari metadata sebuah foto. Bagaimana caranya ?

Minggu, 24 Januari 2010

Metering Mode


Metering adalah proses yang dilakukan kamera untuk mengukur jumlah cahaya yang masuk, untuk kemudian menampilkannya di layar / view finder (pada sebagian besar kamera), atau menghitung eksposure yang tepat (menghitung ISO, Shutter speed, dan Aperture pada mode Auto, atau P/S/M).

Mengapa pada saat kamera disetting Auto, terkadang gambar jadi terlalu terang / terlalu gelap ? Mengapa juga saat anda sudah memilih manual mode, kemudian metering anda sudah menunjuk titik tengah, foto yang dihasilkan tetap saja terlalu terang / gelap ? Apakah ada yang rusak di kamera anda ?

Rabu, 20 Januari 2010

Segitiga Eksposure (Exposure Triangle)


Pada posting sebelumnya sudah dibahas mengenai ISO, Shutter Speed, dan Aperture (bukaan lensa). Kali ini kita akan membahas mengenai dasar Fotografi yang bernama Segitiga Eksposure (Exposure Triangle). Para master sekalian pasti sudah menguasai teori ini luar dalam, tapi mohon izinkan saya berbagi pemahaman, dan semoga tidak salah, hehehe.

Mungkin ada yang bertanya, buat apa teori kalau langsung bisa praktek ?Sebenarnya, tidak ada larangan untuk anda langsung ambil kamera, cari target/objek foto, langsung 'hajar bleh' dengan trial and error. Tapi kan, mohon maaf, jadinya kurang 'nyeni' kalau dasar-dasarnya blank. Pengetahuan dasar tetap akan anda butuhkan untuk menganalisa, dan mungkin suatu saat akan menyelamatkan sesi foto yang anda tangani.

Minggu, 17 Januari 2010

Jalan-jalan ke Kota Tua

Kota Tua, dulunya adalah lokasi pusat pemerintahan Jakarta (atau Batavia). Banyak bangunan tua yang masih berdiri megah di lokasi ini, antara lain adalah Governoor Kantoor, yang sekarang menjadi Museum Fatahillah. Ada juga Gedung Pos, Musium Wayang, Museum Bank Mandiri dan Bank Indonesia (di seberang jalan), Stasiun Kota, dan sebagainya.

Sebenarnya tempat ini secara arsitektural Indah, akan tetapi kebersihan dan kerapiannya kurang terawat. Sampah yang berserakan dimana-mana, dan sepertinya para pengunjung juga tidak peduli dimana mereka seharusnya membuang sampah. Ditambah lagi pedagang kaki lima yang tidak dipusatkan di satu lokasi, menambah keruwetan area ini.

Sabtu, 16 Januari 2010

Shutter Speed (Kecepatan Rana)


Sepertinya akan lebih baik kalau kita pakai kata 'Shutter Speed', karena terjemahan bakunya dalam Bahasa Indonesia adalah ... 'kecepatan rana'. Agak sulit dicerna bukan ? :D

Shutter speed adalah kecepatan dari kamera menangkap citra/gambar yang dibentuk oleh lensa. Satuan yang dipakai adalah detik (atau sepersekian detik). Secara sederhana, proses penangkapan gambar ini adalah: Shutter membuka => Gambar/Citra direkam oleh sensor => Shutter menutup. Lama waktu antara shutter membuka hingga menutup itulah yang disebut dengan shutter speed.

Jadi, apa yang akan terjadi jika sebuah foto diambil dengan Shutter Speed tinggi ? Apa pula efek yang didapat dari foto dengan Shutter Speed rendah ?

Kamis, 14 Januari 2010

Bukaan Lensa / Aperture


Dalam dasar fotografi dikenal segitiga exposure yang terdiri dari ISO, Aperture, dan Shutter Speed. ISO sudah dibahas sebelumnya, kali ini Aperture. Sementara Shutter Speed dan Segitiga Exposure akan dibahas pada dua blog lanjutan berikutnya.

Aperture adalah lebar bukaan dari lensa, yang menentukan jumlah cahaya yang bisa masuk ke ruang kamera dan menimbulkan pencitraan di sensor kamera. Untuk apa mengatur aperture ? Apa efeknya pengaturan ini ? Kenapa tidak menggunakan mode Auto saja ?

Rabu, 13 Januari 2010

Komposisi Pertiga Bagian (Rule of Thirds)


Seperti biasa, tips ringan lagi. Silahkan buka kembali koleksi foto anda, dan hitung berapa banyak foto yang meletakkan objek persis di tengah. Apakah hanya sebagian, ataukah semua foto anda 'dead center' seperti itu ? Coba anda lihat lagi berulang-ulang, terus ... terus ... dan terus. Apakah anda sudah mulai merasa foto-foto tersebut membosankan ?

Selasa, 12 Januari 2010

Tips: Memilih Kamera Saku


Anda sedang mencari kamera saku (pocket camera / compact camera) ?
Tidak selamanya untuk menghasilkan foto yang bagus harus menggunakan kamera SLR. Karena beberapa pertimbangan (fleksibilitas, mobilitas, budget, tingkat kebutuhan), ada kalanya lebih tepat kita menggunakan kamera saku. Personally, gadget ini saya analogikan sebagai sidearm, semacam pistol bagi seorang tentara, atau tanto bagi seorang samurai.

Kalau uang anda berlebih, silahkan saja langsung datang ke toko dan tunjuk yang mana anda mau. Dan jika ternyata kamera tersebut tidak sesuai kebutuhan anda, saya siap menampung :D. Tapi, jika anda ingin lebih tepat saat melakukan pembelian, sebaiknya anda lakukan semacam "riset" terlebih dulu.

Berikut ini beberapa bahan pertimbangan "riset" yang bisa saya sarankan:

ISO, Apa Maksudnya ?


Seperti biasa, saya hanya bisa berbagi ilmu fotografi yang sederhana. (Untuk lebih detail mengenai ISO, anda bisa refer ke http://en.wikipedia.org/wiki/Film_speed). Okay, sebelum melanjutkan membaca blog ini, ada bagusnya anda ambil dulu kamera saku / handphone camera / DSLR anda, dan carilah menu atau tombol untuk pengaturan ISO. Anda akan melihat list ISO yang berkisar dari sekitar 100, hingga mungkin 3200, atau bahkan lebih.

Jadi, mana yang lebih baik, ISO rendah ataukah ISO tinggi ? Tergantung :D

Senin, 11 Januari 2010

Freeware Olah Foto Photoscape (untuk Windows)


Saat kata 'Olah Foto' terdengar, mungkin yang ada di bayangan kita adalah Adobe Photoshop, atau Corel Draw. Terbayang juga editing rumit dengan banyak layer dan trik teknis segala rupa. Belum lagi masalah lisensi, software di atas tidak ada yang murah. Jadi, bagaimana solusinya ?

Tidak ada solusi yang bisa langsung menyelesaikan semua masalah. Akan tetapi, ada banyak software yang dirancang khusus untuk editing ringan foto-foto anda. Ringan dalam artian ukuran program kecil, freeware (gratis), dan fungsinya sederhana. Salah satu favorit saya (dan juga banyak fotografer lain) adalah Photoscape. ( http://www.photoscape.org/ps/main/index.php )

Belanja Cerdas untuk nge-GAS

Untuk berbelanja alat, bisa saja anda langsung datang ke toko, tunjuk ini itu, tanya harga, berfikir sebentar, anda bayar, kemudian anda bawa pulang ... tanpa tahu bahwa harga tersebut 'pantas' atau tidak. Dan seringkali saat berada di toko, disaat ego anda beradu dengan ego penjual, gengsi anda tak mau mengalah sehingga akhirnya dompet andalah yang membayar lebih (trust me, I've been there :D )

Nge-GAS, istilah apa pula ini ??? Memangnya Elpiji ? Hehehe. Saya kenal istilah ini saat keranjingan dengan gitar. Cari gitar, kesana kemari, ampli, efek, dan sebagainya dan akhirnya sadar ada saat-saat dimana 'kecerdasan' diperlukan sebelum berbelanja. GAS = 'Gear Acquiring Syndrome' , alias sindrom menambah barang/alat. Tanpa strategi yang tepat, nge-GAS sama saja dengan bunuh diri secara budget.

Minggu, 10 Januari 2010

Efek samping salah filter - II : Coating dan Uji Detail

Di posting sebelumnya, terlihat ada kabut pada foto dengan filter Hoya. Seorang rekan (Pak Ketua T-Lens, Mr. Panca ... halo bos, hehehe) menyarankan untuk mengecek ulang apakah filter yang saya pakai bersih, dan menyarankan menggunakan lenspen untuk membersihkan keduanya.

Sabtu, 09 Januari 2010

Efek samping salah filter

Sebelum membahas lebih lanjut, ada pertanyaan yang lazim mengenai filter : "Perlukah filter UV untuk DSLR ?". Mungkin sebagian rekan-rekan akan bilang "perlu", sebagian lagi akan bilang "tidak perlu". Mengapa perlu, dan mengapa tidak perlu, ada baiknya kita coba lihat dulu alasannya.

Tips: tutuplah view finder anda


Sebenarnya tips ini sudah saya post di video Facebook (http://www.facebook.com/video/video.php?v=239239064690). Tapi agar lebih "mendunia" (hehehe), maka saya post ulang disini.

Mungkin banyak master2 dan suhu2 yang sudah mahfum, tapi izinkanlah hamba berbagi sedikit dari yang hamba tahu.
Pada saat menggunakan timer, tethering, atau remote, atau sekedar metering di LCD, silahkan tutup EVF (eye view finder) anda untuk mencegah sinar masuk dan mengacaukan pembacaan metering.

Semoga berkenan ...

note: Thanx to didit untuk jempolnya, hehehe

Mulai blogging disini ...

Selamat siang rekan-rekan,

Hampir tidak ada orang yang tidak menggemari fotografi. Dari kamera film SLR, kamera film saku (masih ingat jama drop in loading Fuji), sampai kamera hp. Dari foto pemandangan di kalender, fotoprint yang ditempel di dinding, wallpaper di komputer, sampai ... foto narsis di FB, hehehe. Hampir semua orang suka fotografi.