Tampilkan postingan dengan label Obrolan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Obrolan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 September 2010

Lama gak aktif ... sharing hasil Extention Tube

Ternyata sudah lama Blog ini saya biarkan menganggur. Banyak kesibukan, kegiatan, urusan-urusan, juga musibah yang terjadi 4 bulan lalu. Tapi ok, show must go on :)

Kali ini saya hanya men-sharing sedikit hasil foto Macro dengan menggunakan Extention Tube. Saya gunakan Ext. Tube murahan seharga 90 ribuan, dengan lensa favourite Nikkor fix 50mm F/1.8, dibantu lighting dari TTL Cable dan SB900 yang dibounce ke langit2.

Sebagai informasi, lensa yang saya gunakan bisa diatur aperturenya secara manual dengan Ring luar. Fitur lensa ini sangat membantu karena pada saat menggunakan ext. tube (yang tidak memiliki kontak), sistem elektronik yang ada pada lensa tidak berguna, termasuk aperture, bahkan autofocus.

Jumat, 19 Februari 2010

Hati-hati: Kondensasi pada Lensa dan Kamera

Saat tulisan ini dibuat, ada seorang mahluk manis yang duduk beberapa meter di depan saya, dan pandangan saya terhalang oleh ... kacamata yang berembun :D. Well, kalau cuma kacamata yang berembun sih mudah untuk dibersihkan, tapi kalau lensa kamera yang berembun, pasti akan menjengelkan. Selain susah dibersihkan, hal ini sebenarnya yang sangat mengkhawatirkan. Kenapa ? karena, selain menghalangi sinar, embun yang merupakan uap air yang berubah fase menjadi cair, beresiko mengakibatkan konslet pada elektronik kamera/lensa anda, dan berpotensi menimbulkan tumbuhnya karat dan jamur.

Selasa, 12 Januari 2010

Tips: Memilih Kamera Saku


Anda sedang mencari kamera saku (pocket camera / compact camera) ?
Tidak selamanya untuk menghasilkan foto yang bagus harus menggunakan kamera SLR. Karena beberapa pertimbangan (fleksibilitas, mobilitas, budget, tingkat kebutuhan), ada kalanya lebih tepat kita menggunakan kamera saku. Personally, gadget ini saya analogikan sebagai sidearm, semacam pistol bagi seorang tentara, atau tanto bagi seorang samurai.

Kalau uang anda berlebih, silahkan saja langsung datang ke toko dan tunjuk yang mana anda mau. Dan jika ternyata kamera tersebut tidak sesuai kebutuhan anda, saya siap menampung :D. Tapi, jika anda ingin lebih tepat saat melakukan pembelian, sebaiknya anda lakukan semacam "riset" terlebih dulu.

Berikut ini beberapa bahan pertimbangan "riset" yang bisa saya sarankan:

Senin, 11 Januari 2010

Belanja Cerdas untuk nge-GAS

Untuk berbelanja alat, bisa saja anda langsung datang ke toko, tunjuk ini itu, tanya harga, berfikir sebentar, anda bayar, kemudian anda bawa pulang ... tanpa tahu bahwa harga tersebut 'pantas' atau tidak. Dan seringkali saat berada di toko, disaat ego anda beradu dengan ego penjual, gengsi anda tak mau mengalah sehingga akhirnya dompet andalah yang membayar lebih (trust me, I've been there :D )

Nge-GAS, istilah apa pula ini ??? Memangnya Elpiji ? Hehehe. Saya kenal istilah ini saat keranjingan dengan gitar. Cari gitar, kesana kemari, ampli, efek, dan sebagainya dan akhirnya sadar ada saat-saat dimana 'kecerdasan' diperlukan sebelum berbelanja. GAS = 'Gear Acquiring Syndrome' , alias sindrom menambah barang/alat. Tanpa strategi yang tepat, nge-GAS sama saja dengan bunuh diri secara budget.

Sabtu, 09 Januari 2010

Mulai blogging disini ...

Selamat siang rekan-rekan,

Hampir tidak ada orang yang tidak menggemari fotografi. Dari kamera film SLR, kamera film saku (masih ingat jama drop in loading Fuji), sampai kamera hp. Dari foto pemandangan di kalender, fotoprint yang ditempel di dinding, wallpaper di komputer, sampai ... foto narsis di FB, hehehe. Hampir semua orang suka fotografi.