Rabu, 17 Februari 2010

Depth of Field dan Penggunaannya

Kalau anda lihat foto iklan produk, foto seorang model, atau foto-foto yang menampilkan subjek secara close up, terkadang akan anda dapati foreground yang tajam dan background yang kabur / blur. Beberapa rekan menanyakan bagaimana caranya dan apa alat yang dipakai untuk menghasilkan gambar seperti itu. Mungkin banyak senior yang sudah sangat faham bagaimana cara menggunakan DoF, tapi mari kita berbagi :)

Depth of Field
Depth of field (DoF), atau kedalaman ruang, artinya adalah bagian dari gambar yang masih tetap tajam (atau focus) dari sebuah gambar. Semakin tipis DoF, berarti semakin banyak bagian yang blur / bokeh. DoF dapat dibentuk dengan 4 variabel berikut ini :

Minggu, 31 Januari 2010

Mengoptimalkan Foto dengan Picture Control

Pernahkah anda memotret orang tetapi muka / warna kulitnya jadi merah ? Atau pernah juga memotret buah-buahan yang berwarna khas, semisal rambutan atau apel, tetapi hasilnya jadi pucat. Hasil akhir gambar pun tetap tidak memuaskan walaupun sudah diedit di photo editor semacam photoshop atau photoscape.

Kalau diurut-urut, bisa jadi kesalahan yang terjadi sepele, yaitu pengaturan Picture Control. 'Mahluk' apakah yang disebut Picture Control ini dan bagaimana aplikasinya ?

Senin, 25 Januari 2010

Modal dasar menjadi "Ahli Metadata dan Telematika"


Beberapa waktu lalu pada saat ramai tentang foto "cihuy" selebritis, sering kita dengar kata "metadata" yang di-populerkan oleh seorang yang disebut sebagai ahli telematika (inisial R.S.). Tanpa bermaksud menyindir atau melecehkan beliau, post kali ini akan membahas tips sederhana mengenai metadata.

Sedikit flashback, kalau di sekolah dulu anda pasti dilarang mencontek pekerjaan teman. Lain halnya dalam per-foto-an, tidak ada larangan untuk mengintip informasi dari foto orang lain untuk kemudian kita coba terapkan pada foto kita. Informasi teknis bisa kita coba "contek" dari metadata sebuah foto. Bagaimana caranya ?

Minggu, 24 Januari 2010

Metering Mode


Metering adalah proses yang dilakukan kamera untuk mengukur jumlah cahaya yang masuk, untuk kemudian menampilkannya di layar / view finder (pada sebagian besar kamera), atau menghitung eksposure yang tepat (menghitung ISO, Shutter speed, dan Aperture pada mode Auto, atau P/S/M).

Mengapa pada saat kamera disetting Auto, terkadang gambar jadi terlalu terang / terlalu gelap ? Mengapa juga saat anda sudah memilih manual mode, kemudian metering anda sudah menunjuk titik tengah, foto yang dihasilkan tetap saja terlalu terang / gelap ? Apakah ada yang rusak di kamera anda ?

Rabu, 20 Januari 2010

Segitiga Eksposure (Exposure Triangle)


Pada posting sebelumnya sudah dibahas mengenai ISO, Shutter Speed, dan Aperture (bukaan lensa). Kali ini kita akan membahas mengenai dasar Fotografi yang bernama Segitiga Eksposure (Exposure Triangle). Para master sekalian pasti sudah menguasai teori ini luar dalam, tapi mohon izinkan saya berbagi pemahaman, dan semoga tidak salah, hehehe.

Mungkin ada yang bertanya, buat apa teori kalau langsung bisa praktek ?Sebenarnya, tidak ada larangan untuk anda langsung ambil kamera, cari target/objek foto, langsung 'hajar bleh' dengan trial and error. Tapi kan, mohon maaf, jadinya kurang 'nyeni' kalau dasar-dasarnya blank. Pengetahuan dasar tetap akan anda butuhkan untuk menganalisa, dan mungkin suatu saat akan menyelamatkan sesi foto yang anda tangani.

Minggu, 17 Januari 2010

Jalan-jalan ke Kota Tua

Kota Tua, dulunya adalah lokasi pusat pemerintahan Jakarta (atau Batavia). Banyak bangunan tua yang masih berdiri megah di lokasi ini, antara lain adalah Governoor Kantoor, yang sekarang menjadi Museum Fatahillah. Ada juga Gedung Pos, Musium Wayang, Museum Bank Mandiri dan Bank Indonesia (di seberang jalan), Stasiun Kota, dan sebagainya.

Sebenarnya tempat ini secara arsitektural Indah, akan tetapi kebersihan dan kerapiannya kurang terawat. Sampah yang berserakan dimana-mana, dan sepertinya para pengunjung juga tidak peduli dimana mereka seharusnya membuang sampah. Ditambah lagi pedagang kaki lima yang tidak dipusatkan di satu lokasi, menambah keruwetan area ini.

Sabtu, 16 Januari 2010

Shutter Speed (Kecepatan Rana)


Sepertinya akan lebih baik kalau kita pakai kata 'Shutter Speed', karena terjemahan bakunya dalam Bahasa Indonesia adalah ... 'kecepatan rana'. Agak sulit dicerna bukan ? :D

Shutter speed adalah kecepatan dari kamera menangkap citra/gambar yang dibentuk oleh lensa. Satuan yang dipakai adalah detik (atau sepersekian detik). Secara sederhana, proses penangkapan gambar ini adalah: Shutter membuka => Gambar/Citra direkam oleh sensor => Shutter menutup. Lama waktu antara shutter membuka hingga menutup itulah yang disebut dengan shutter speed.

Jadi, apa yang akan terjadi jika sebuah foto diambil dengan Shutter Speed tinggi ? Apa pula efek yang didapat dari foto dengan Shutter Speed rendah ?